Skip to main content

TEACHER

Today, it was a very very bad day for me. I didn't know what's the matter with me. I felt no spirit, no passion and so on. it was no spirit to work. You know, when I came to my school, I felt so happy first. But when i came into the class to teach my student. I felt strange, I didn't know what should I teach. How could I start this lesson. I really really didn't know. so, i tried to teach my student with the simple work, not as usual. i just sat at the back and talked to a few students. asked them, a few questions and so on. I didn't know what happened to me, today. no passion, no spirit. but in fact, some of my friends felt the same feeling as me. I thought something happened with us today. I hope, you don't have a problem like us today. I hope you enjoy   your work, your life to see the people moreover the people that you teach them. YOU ARE AS A TEACHER...!!!

Comments

Popular posts from this blog

UJIAN NASIONAL DAN SEGALA PERMASALAHANNYA

Ujian nasional merupakan agenda terbesar bagi bangsa Indonesia yang diadakan setiap tahunnya. Meskipun pada dasarnya, Mahkamah Agung (MA) sudah memutuskan  untuk mnghilangkan perhelatan akbar itu beberapa tahun yang lalu, namun sampai sekarang pemerintah tetap melaksanakan agenda rutin itu. Lingkungan Kementerian Pendidikan sepertinya tidak ingin kehilangan proyek milyaran rupiah ini. Sangat disesalkan! Apalah artinya Ujian Nasional, jika dalam setiap pelaksanaannya masih terdapat banyak kecurangan-kecurangan. Seperti misalnya, kebocoran soal ujian, banyaknya pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab menjual kunci jawaban melalui pesan singkat (SMS) berantai, belum lagi peran pengawas yang tidak tega melihat anak didiknya sampai tidak lulus ujian, sehingga dengan senang hati membiarkan peserta ujian saling bekerja sama ataupun melihat contekan, dan lain sebagainya. Semua persoalan tersebut seolah-olah telah menjadi agenda rutin pula, disetiap Ujian Nasional, dan sepertinya sudah menjadi …

MENJADI USTADZ PILIHAN ATAU DIPILIH?

Menjadi ustadz bagian dari Majelis Assatidz, Apakah Pilihan atau dipilih?
Bergelar ustadz, apakah pantas bagi diriku? Mengurus diri sendiri saja aku belum beres. Kok bisa-bisanya aku dipanggil ustadz? Apakah karena sudah menjadi bagian dari Majelis Assatidz, terus sudah bisa dipanggil ustadz? Ustadz apaan aku ini? Menda’wahi diri sendiri pun kadang aku belum bisa. Menda’wahi keluarga sendiri saja aku masih belum bisa. Bagaimana mau menda’wahi orang? Meskipun ada ucapan Nabi, ‘sampaikanlah oleh mu walau satu ayat’. Tapi bagi ku itu bukan berarti orang lantas otomatis bisa dipanggil ustadz. Mimpi apa aku ini? Apalagi belakangan aku sendiri sudah jarang datang ke-Majelis-majelis ku. Beginikah seorang yang bergelar ustadz? Hehe…he…he… lucu rasanya! Jadi senyum-senyum sendiri aku dibuatnya.