Skip to main content

DI SAAT DUNIA MENGUASAI HATI

Sudah lama tidak menulis, rasanya hari ini ingin menulis. Saudara ku, pernahkah kamu mengalami rasa gelisah karena ketakutan akan dunia yang senantiasa mengejarmu? menjerat leher mu, mengekang jiwa mu?
orang yang mengalami hal yang demikian artinya ia sudah sangat jauh dari Tuhannya. ia lupa akan siapa penciptanya. padahal dunia hanyalah tempat persinggahan sementara bagi seorang mu'min.
saudara ku, percayalah...jika kita lupa dan senantiasa larut dalam kehidupan dunia yang serba fana ini, sehingga tidak lagi mau untuk beribadah kepada Alloh swt, percayalah...hidup mu akan senantiasa susah dan dirundung nestapa yang mendalam. hidup didunia ini hanyalah sementara. jangan kita pernah merasa hidup didunia ini untuk waktu yang lama.
Ada sebuah ungkapan; 'hiduplah semau mu, berbuat dosalah semau mu, berbuat apa sajalah semau mu, tapi ingat...kau akan mati, semua yang kau lakukan akan dibalas'.
Jangan pernah
merasa diri mu masih muda, masih kuat dan perkasa...karena kematian senantiasa mengintai dibelakang kita. Malaikat maut senantiasa mengunjungi diri kita, yang dalam satu riwayat konon 'Malaikat maut' mengunjungi kita satu hari sebanyak 70x. wallohu'alam...
saudara ku, beramallah selagi masih mampu, berbuatlah kebaikan selagi masih bisa dan ada peluang. Mari kita tingkatkan ibadah kita kepada Alloh swt...ingatlah senantiasa 'Kematian', agar hidup kita senantiasa bermakna dan tidak memperturutkan hawa nafsu.

Comments

Popular posts from this blog

UJIAN NASIONAL DAN SEGALA PERMASALAHANNYA

Ujian nasional merupakan agenda terbesar bagi bangsa Indonesia yang diadakan setiap tahunnya. Meskipun pada dasarnya, Mahkamah Agung (MA) sudah memutuskan  untuk mnghilangkan perhelatan akbar itu beberapa tahun yang lalu, namun sampai sekarang pemerintah tetap melaksanakan agenda rutin itu. Lingkungan Kementerian Pendidikan sepertinya tidak ingin kehilangan proyek milyaran rupiah ini. Sangat disesalkan! Apalah artinya Ujian Nasional, jika dalam setiap pelaksanaannya masih terdapat banyak kecurangan-kecurangan. Seperti misalnya, kebocoran soal ujian, banyaknya pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab menjual kunci jawaban melalui pesan singkat (SMS) berantai, belum lagi peran pengawas yang tidak tega melihat anak didiknya sampai tidak lulus ujian, sehingga dengan senang hati membiarkan peserta ujian saling bekerja sama ataupun melihat contekan, dan lain sebagainya. Semua persoalan tersebut seolah-olah telah menjadi agenda rutin pula, disetiap Ujian Nasional, dan sepertinya sudah menjadi …

MENJADI USTADZ PILIHAN ATAU DIPILIH?

Menjadi ustadz bagian dari Majelis Assatidz, Apakah Pilihan atau dipilih?
Bergelar ustadz, apakah pantas bagi diriku? Mengurus diri sendiri saja aku belum beres. Kok bisa-bisanya aku dipanggil ustadz? Apakah karena sudah menjadi bagian dari Majelis Assatidz, terus sudah bisa dipanggil ustadz? Ustadz apaan aku ini? Menda’wahi diri sendiri pun kadang aku belum bisa. Menda’wahi keluarga sendiri saja aku masih belum bisa. Bagaimana mau menda’wahi orang? Meskipun ada ucapan Nabi, ‘sampaikanlah oleh mu walau satu ayat’. Tapi bagi ku itu bukan berarti orang lantas otomatis bisa dipanggil ustadz. Mimpi apa aku ini? Apalagi belakangan aku sendiri sudah jarang datang ke-Majelis-majelis ku. Beginikah seorang yang bergelar ustadz? Hehe…he…he… lucu rasanya! Jadi senyum-senyum sendiri aku dibuatnya.