Skip to main content

HEART

HEART! It is very complicated and mystery. Have you ever heard your heart say? Have you ever talk to your heart? can you hear the voice? can we lie our heart?
I think, all of us almost ever have experience what I asked above. You know, it's very difficult to lie our heart, isn't it? but sometime, we have difficult problem to differ which the whisper of heart from the devil whisper. how come? It's so complicated to explained. Actually, we cannot lie our heart. It is so heart if you try to lie your heart self. I can't imagine. Why? You know, I myself tried to lie my heart, but the impact of this  work, you will not excited or anxious, your heart always say that you have done something bad. at that time, you gonna feel sorry..."HEART IS A MYSTERIOUS AND COMPLICATED TO PREDICTABLE."

Comments

Popular posts from this blog

UJIAN NASIONAL DAN SEGALA PERMASALAHANNYA

Ujian nasional merupakan agenda terbesar bagi bangsa Indonesia yang diadakan setiap tahunnya. Meskipun pada dasarnya, Mahkamah Agung (MA) sudah memutuskan  untuk mnghilangkan perhelatan akbar itu beberapa tahun yang lalu, namun sampai sekarang pemerintah tetap melaksanakan agenda rutin itu. Lingkungan Kementerian Pendidikan sepertinya tidak ingin kehilangan proyek milyaran rupiah ini. Sangat disesalkan! Apalah artinya Ujian Nasional, jika dalam setiap pelaksanaannya masih terdapat banyak kecurangan-kecurangan. Seperti misalnya, kebocoran soal ujian, banyaknya pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab menjual kunci jawaban melalui pesan singkat (SMS) berantai, belum lagi peran pengawas yang tidak tega melihat anak didiknya sampai tidak lulus ujian, sehingga dengan senang hati membiarkan peserta ujian saling bekerja sama ataupun melihat contekan, dan lain sebagainya. Semua persoalan tersebut seolah-olah telah menjadi agenda rutin pula, disetiap Ujian Nasional, dan sepertinya sudah menjadi …

MENJADI USTADZ PILIHAN ATAU DIPILIH?

Menjadi ustadz bagian dari Majelis Assatidz, Apakah Pilihan atau dipilih?
Bergelar ustadz, apakah pantas bagi diriku? Mengurus diri sendiri saja aku belum beres. Kok bisa-bisanya aku dipanggil ustadz? Apakah karena sudah menjadi bagian dari Majelis Assatidz, terus sudah bisa dipanggil ustadz? Ustadz apaan aku ini? Menda’wahi diri sendiri pun kadang aku belum bisa. Menda’wahi keluarga sendiri saja aku masih belum bisa. Bagaimana mau menda’wahi orang? Meskipun ada ucapan Nabi, ‘sampaikanlah oleh mu walau satu ayat’. Tapi bagi ku itu bukan berarti orang lantas otomatis bisa dipanggil ustadz. Mimpi apa aku ini? Apalagi belakangan aku sendiri sudah jarang datang ke-Majelis-majelis ku. Beginikah seorang yang bergelar ustadz? Hehe…he…he… lucu rasanya! Jadi senyum-senyum sendiri aku dibuatnya.